menu

Minggu, 03 Juni 2012

HAM dan Gender

         Setidaknya ada tiga prinsip kehidupan bernegara yang seringkali terkait dan lahir dari filsafat politik setelah zaman perpecahan yaitu demokrasi, hukum, dan HAM. HAM adalah suatu anugrah yang dianugrahkan oleh allah kpda manusia, sedangkan gender adalah alat kelamin. dari berbagai model gerakan pembebasan atas ketertindasan, muncul gerakan yang mencoba menanyakan ulang pola hubungan laki-laki dan perempuan atas perannya di budaya.gender mainstreaming adalah strategi yang mutakhir gerakan perempuan dunia menggugat. strategi yang dimaksudkan tersebut yaitu diantaranya adalah meningkatkan peran wanita dalam pembangunan(women in development), melahirkan cara pandang baru(gender and development) dan gender mainstreaming yaitu mengagendakan strategi percepatan terciptanya pemberdayaan suatu keadilan gender di masyarakat luas.strategi tersebut yaitu untuk membangun kesetaraan gender yang dimaksudkan agar peran laki-laki dan perempuan sudah tidak dalam ruang subordinasi lagi, tetapi kesetaraan baik di wilayah domestik maupun publik.
Abdurrahman wahid menegaskan bahwa manusia mempunyai posisi tinggi dalam kosmologi sehingga ia harus diperlakukan secaranprofesional dan mulia. karena manusia mempunyai hak dan kemampuan, maka allah menjadikannya khalifah di dunia.  Berkaitan dengan HAM dan Gender, ada lima hal fundamental yang diperjuangkan yaitu; hak hidup dan perlindungannya, hak kebebasan beragama, hak kekayaan dan penghidupan yang layak, hak kehormatan, dan hak politik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar